Masnasihtechno – Youtube adalah media mainstream dengan konten video yang sekarang sudah menjadi ladang mencari penghasilan bagi para youtuber di dunia termasuk di Indonesia. Channel youtube adalah salah satu alat investasi baru yang diibaratkan sebagai sebuah ladang atau sawah atau kebun atau apalah itu. Tak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba untuk berinvestasi di situ.
Sebagian youtuber memilih jalan berkarya dengan terus belajar memperbaiki kualitas konten yang mereka buat. Sebagian yang lain memilih untuk memaksakan diri agar mereka terkenal padahal kualitas konten tak diperhatikan. Berbagai cara dilakukan termasuk subs4subs yaitu saling berlangganan antara satu youtuber dengan youtuber lainnya.
Fenomena ini sebenarnya sangat wajar karena manusia tanpa manusia lainnya apalah jadinya. Channel Youtube diibaratkan sebagai ladang. Konten videonya adalah tanamannya. Subscriber adalah vitamin untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Like, share, kepuasan penonton, penghasilan adalah buahnya. Sedangkan unlike, unsubscribe, komentar negatif adalah hama.
Semua itu perlu diperhatikan agar seimbang. Jika salah satu dari elemen tersebut ada yang kelebihan maka tentunya tanaman tidak akan subur. Katakanlah kamu sedang menanam padi. Kemudian kamu kasih air lebih banyak dari standarnya. Jika biasanya air itu mengalir, kali ini kamu menggunakan semprotan.
Kira-kira apa yang akan terjadi?
Betul padi yang ditanam akan rusak karena tak mampu menahan kekuatan semprotan air yang begitu deras.
Maka subs4subs di dunia youtuber Indonesia diibaratkan seperti itu.